Nitanati matchmaking part 27


Not Found




Huuuuuwaaaaa laannjjuuutt juga akhirnyaaa ya tuhan berilah penulis ide dan kesehatan biar bisa lanjut cepat cepat lagi tuhan oke ini berlebihan tapi ini salah satu cerbung yg paling aku tunggu, jadi lanjuutt kakak kerreeeen!! Semoga kakak cepet dapet ide jugaaa: Masih belum kenyang bacanya Yahh kak sekali di lanjut kok cuma satu part. Kak kpn di lanjut nya please lanjut di tunngu kak. MM-Nya Kapan Di Lanjutttttt????? Udah Penasaran Tingkat Dewa Tau Gue Sama Kelanjutannyaaa Kakkk emang berencana lanjutin mm 1 tahun sekali?

Bikin cepet tamat lahh capek digantung: Komentar ini telah dihapus oleh pengarang. Berpegangan pada angin, berpijak pada air. Sabtu, 27 Juni Matchmaking Part 32 Rify. Jauhkan benda-benda tajam disekitar anda karena cerita ini berisi konten yang menguras emosi. I really need to learn. Ify lagi-lagi terjebak dalam ruangan atau mungkin lebih tepat adalah sebuah tempat bernuansa putih. Oh Tuhan, jangan bilang kalau ini akan menjadi mimpi buruknya lagi. Ia menepuk-nepuk pipinya dengan keras agar dirinya bisa segera terbangun.

Namun alih-alih sadar, bahkan ia tidak merasakan apapun pada pipinya. Padahal rasanya ia sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk nitanati matchmaking part 27 pipinya sendiri. Suara yang sampai sekarang tidak berubah dan tidak pernah ia lupakan. Ify lantas membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok mamanya sedang berdiri dan tersenyum hangat menatapnya.

Nitanati matchmaking part 27 balas tersenyum penuh rindu pada wanita itu. Kali ini ia mungkin sudah terbiasa sehingga ia tidak lagi menitikkan air mata haru ketika harus berjumpa lagi dengan wanita itu di dalam mimpi. Ify meliriknya sebentar lalu kemudian menyambutnya tanpa banyak bertanya. Selangkah demi selangkah area sekitar Ify mulai berubah. Sekarang tempat itu terlihat sedikit lebih nyata dibandingkan saat ia pertama kali menyadari ada di sini.

Tempat tersebut persis seperti sebuah taman buatan yang tertata indah. Mereka lalu berhenti dan duduk di sebuah kursi yang terletak di sana. Di depannya ada sebuah pohon besar nan rindang yang disarangi seekor induk nitanati matchmaking part 27 beserta beberapa ekor anaknya. Ify memperhatikan itu sejenak dan tersenyum. Mereka beruntung karena masih punya ibu. Meski terdengar sedih, akan tetapi ia tetap tersenyum dan tidak sedikitpun terlihat kalau ia sedih.

Sekali lagi, ia mungkin juga sudah terbiasa dan sudah bisa menerima kepergian Mamanya. Ify seketika menoleh pada wanita itu. Apa maksudnya ucapan itu? Kenapa tiba-tiba menyebut-nyebut soal ayah? Apa ada hubungannya lagi dengan Papanya? Pertanda buruk apalagi sekarang? Gina diam dan hanya balas tersenyum. Hingga kemudian, ia bersuara lagi. Memberi makan, menjadi penghangat ketika tidur, mengajari cara berkicau, cara membuat sarang, hingga terakhir mengajari bagaimana caranya terbang bebas di udara sehingga mereka bisa menjalani hidupnya sendiri.

Induk itu mirip sama Papa kamu. Ify hanya diam sambil menunggu ucapan Gina selanjutnya. Pada akhirnya, induk akan melepas anak-anaknya ketika mereka sudah siap. Kalau bukan induk nitanati matchmaking part 27 meninggalkan anak, maka anak yang akan meninggalkan induknya. Mama yakin, ketika waktunya tiba, kamu pasti udah siap.

Air mata Ify satu persatu mulai turun. Sebodoh-bodohnya dirinya di sekolah, tapi ia tidak butuh penjelasan panjang soal ucapan Mamanya yang satu ini. Ia tahu benar apa maksudnya. Hanya saja ia tidak ingin, bahkan sekedar mengucapkannya di dalam hati. Ia tidak mau meyakini itu yang akan terjadi. Mamanya salah kalau mengatakan nitanati matchmaking part 27 siap. Sampai kapanpun ia tidak akan pernah siap. Nitanati matchmaking part 27 terbangun dalam satu tarikan napas yang dalam dan mencekat.

Ia langsung menghembusnya perlahan. Ia sudah tidak tahu lagi tadi itu ia bermimpi atau tidak. Ia sudah tidak mengerti lagi. Sebenarnya apa pesan yang ingin Tuhan sampaikan padanya? Kenapa selalu datang sepotong-sepotong? Kenapa tidak langsung to the point saja? Kenapa harus membuatnya menebak-nebak? Ia bukan detektif yang handal memecahkan misteri dan teka-teki. Jelas saja, kemampuan akademisnya kan sedikit dibawah rata-rata. Ify memijit dahinya yang terasa panas dan merenyut-renyut.

Persis seperti dugaannya, ia pasti akan demam nitanati matchmaking part 27. Ya jelas, baru sembuh dari sakit, keesokan harinya langsung makan 5 es krim, tanpa disusul makan nasi ataupun jenis karbohidrat yang lain yang dibutuhkan tubuhnya. Apalagi ia pun tidak meminum antibiotik yang seharusnya ia habiskan. Ia lantas mendesah pelan. Bahkan nitanati matchmaking part 27 saja terasa sangat panas.

Ify menggeser pantatnya mendekati nakas dan menghambil ponsel sekaligus memeriksa. Ada 1 pesan masuk dari Ada hal harus saya bicarakan, mengenai kondisi papamu. Kamu bisa datang ke rumah sakit? Ify keluar kamarnya dan berjalan menuju meja makan dengan susah payah. Kakinya rasanya lemas sekali. Makanya ia tidak terlihat seperti sedang berjalan.

Ia malah terkesan sedang menyeret-nyeret kakinya. Selain itu, mukanya juga pucat, kepalanya sakit, flunya masih kambuh dan perutnya perih. Benar-benar keadaan yang sempurna. Dan keadaannya yang sudah sempurna itu tampaknya makin disempurnakan oleh sikap dingin Rio padanya. Sudahlah, terserah Rio mau apa. Saat ini ia sementara ingin berhenti peduli. Ia tidak akan berusaha mencairkan es itu lagi. Karena hatinya juga diliputi nitanati matchmaking part 27.

Bukan Rio saja yang ingin dihangatkan. Bukan Rio saja yang ingin dibujuk. Bukan Rio saja yang ingin ditenangkan. Bukan Rio saja yang ingin dimengerti. Dan Rio selama ini sering lupa akan hal itu. Rio benar-benar mengajak Ify perang dingin. Bahkan ke sekolah Rio tidak mengajak Ify. Dengan sengaja pemuda itu mengatakan kalau ingin menjemput Dea dulu sehingga berangkat lebih cepat, pada mamanya, di meja makan, yang artinya juga di depannya.

Ify sekali lagi berusaha menebalkan telinga untuk tidak mendengar apa yang Rio katakan. Lagian ia juga tahu Rio hanya berusaha memanas-manasinya karena dirinya yang keras kepala, menurutnya. Selepas kepergian Rio, Ify malah berpikir ulang hari ini ia masuk sekolah atau tidak. Kalau sekolah juga percuma dengan kondisi tubuhnya yang seperti ini. Dalam keadaan fit saja pelajaran belum tentu masuk ke otaknya apalagi kalau sedang drop.



Add a comment

Your e-mail will not be published. Required fields are marked *